5 Tips Saat Menghadapi Pasien Dengan Karakter Sulit

Photo Credit: https://www.flickr.com/photos/proimos/6870109454/

5 Tips Saat Menghadapi Pasien Dengan Karakter Sulit

Sebagai dokter, segala macam pasien pun harus dihadapi. Dari pasien yang pemarah, tidak sopan dan kasar, pasien yang menuntut obat ataupun tes khusus walaupun tidak ada indikasi penyerta, hingga pasien yang memaksakan kehendaknya.

Berikut adalah beberapa teknik yang dapat kita praktikkan pada saat berkomunikasi dengan pasien tersebut.

 

Masalah gangguan komunikasi, terlebih dengan pasien yang sulit untuk diajak bekerja sama sudah sedari dulu menjadi salah satu tantangan khusus bagi kita sebagai penyedia layanan kesehatan.

Sebanyak 15% pertemuan dokter-pasien dinilai “sulit” oleh dokter yang terlibat. Gangguan komunikasi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, baik dari segi sifat pasien, karakteristik dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya maupun kondisi lingkungan saat itu, semuanya berkontribusi secara langsung menyebabkan kendala komunikasi dan tidak optimalnya layanan kesehatan yang terjadi antara dokter dengan pasien.

 

Cara Berkomunikasi Dengan Pasien Secara Tepat

Berikut ini merupakan cara-cara yang dapat kita praktikkan saat berkomunikasi dengan pasien dan mengidentifikasi pasien dengan karakteristik sulit serta cara memberi respons dengan tepat:

  • Mulailah dengan kesan pertama yang baik

Gunakan gestur senyum, postur tubuh yang terbuka, perkenalkan diri Anda, jangkau tangan Anda untuk berjabat tangan, lihat pasien di mata selama 3-5 detik.

 

  • Mengidentifikasi alasan yang mendasari kunjungan pasien dan kenali karakteristik pasien

Langkah pertama untuk menciptakan interaksi yang produktif adalah dengan mengetahui pasti alasan dan keluhan utama pasien. Kemudian kenalilah perilaku dan karakteristik dari pasien tersebut, sebagai contoh, ada pasien yang cepat marah, defensif, ketakutan, terlalu merasa sedih, hingga ada pula pasien yang masih belum bisa menerima hasil diagnosa atau gejala penyakitnya atau bahkan bersikap manipulatif.

  • Kendalikan kondisi emosional Anda

Saat merasa frustrasi atau marah, jangan cepat bereaksi. Cobalah  untuk berpikir positif, tenang, dan konstruktif. Anda bisa berusaha untuk berbicara perlahan dan tenang, rendahkan nada Anda, pelambat pernapasan Anda dan pikirkan bahasa tubuh Anda.

 

  • Bantu pasien Anda untuk mendapatkan kontrol emosional

Selalu ingat bahwa pasien ingin merasa didengarkan, dimengerti dan divalidasi. Untuk itu, jangan membantah atau berdebat dengan pasien. Cobalah belajar bagaimana mengatakan “tidak” tanpa harus bersikap negatif.

Sikap yang rendah diri dengan mengajukan permintaan maaf atas hal yang sebenarnya bukan salah kita juga merupakan salah satu cara sangat efektif dalam meredakan situasi tegang tersebut.

 

  • Menunjukkan rasa empati yang efektif dan tepat

Cobalah untuk mengenali dan mengakui perasaan pasien. Dengan begitu, pasien akan merasa dihargai. Dengan menjadi pendengar yang baik, hal tersebut juga menjadi salah satu cara efektif untuk menunjukkan bahwa kita peduli dengan mereka.

 

Sebagai tenaga kesehatan, kita telah diberikan kemampuan lebih untuk mengatasi  kebutuhan kesehatan orang lain. Jika kita menggabungkan keterampilan non-teknis untuk melibatkan kepedulian, empati, dan pendidikan saat kita berinteraksi dengan pasien, diharapkan dapat tercapai usaha yang kolaboratif antara semua jenjang dan juga kepuasan yang lebih besar antara dokter dan pasien.

 

 

Sumber :

  1. http://www.medscape.com/viewarticle/838283
  2. https://www.asrn.org/journal-nursing-today/356-dealing-with-the-difficult-patient.html
  3. https://emergencymedicinecases.com/episode-51-effective-patient-communication-managing-difficult-patients/
  4. http://www.aafp.org/fpm/2007/0600/p30.html

 

Informasi ini disediakan serta dirangkum oleh:

logo-medicall-partner

Redaksi Info Kesehatan MEDI-CALL

PT Medika Nusantara Gumilang

MEDI-CALL membuka pendaftaran untuk Dokter, Perawat, Bidan, Klinik, Apotek, dan Laboratorium, sebagai partner penyedia layanan on-demand/home visit dan homecare.

Untuk pendaftaran menjadi MEDI-CALL Partner silahkan mengunjungi website: http://partner.medi-call.id atau klik di sini

Free biaya pendaftaran, langsung Online!

Mari bergabung menjadi pahlawan kesehatan untuk Indonesia yang lebih sehat, dan tenaga medis sejahtera.

 

No Comments

Post A Comment