Prinsip Penanganan Diabetik Nefropati Yang Harus Diketahui Oleh Seorang Dokter

Photo Credit: https://www.flickr.com/photos/healthsame/14631125505/

Prinsip Penanganan Diabetik Nefropati Yang Harus Diketahui Oleh Seorang Dokter

Sebanyak 50% penderita DM tipe 1 dan 30% penderita DM tipe 2 akan mengalami nefropati dan berujung pada penyakit ginjal stadium akhir. Sebagai seorang dokter, berikut ini merupakan hal-hal yang perlu kita ketahui saat menghadapi pasien dengan kondisi tersebut .

 

Diabetes melitus telah menjadi salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan penyakit ginjal kronik. Pada tahun 1950-an, penyakit ginjal jelas dikenal sebagai komplikasi umum diabetes, dengan sebanyak 50% pasien diabetes yang memiliki komplikasi lebih dari 20 tahun.

 

Saat ini, nefropati diabetes adalah penyebab utama penyakit ginjal kronis di Amerika Serikat. Penyakit diabetes bertanggung jawab atas 30-40% kasus penyakit ginjal stadium akhir (ESRD) di Amerika Serikat.

Nefropati diabetik ditandai sebagai berikut:

  • Albuminuria persisten (> 300 mg / d atau> 200 μg / menit) yang dikonfirmasi paling tidak 2 kali 3-6 bulan terpisah

  • Penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR)

  • Tekanan darah arteri meningkat

 

Penyedia layanan kesehatan adalah sumber informasi terbaik untuk pertanyaan dan masalah yang berkaitan dengan penyakit ini, tingkat informasi dan pengetahuan pasien juga harus kita sebagai dokter Medi-Call perhatikan karena pada akhirnya akan mempengaruhi hasil akhir dari pengobatan pada pasien diabetik.

Berikut ini adalah kunci dalam perawatan medis pada pasien dengan nefropati diabetik.

 

Secara non farmakologis terdiri dari 3 pengelolaan penyakit ginjal diabetik yaitu:

 

  1. Edukasi

Edukasi pada pasien adalah hal pertama dan terpenting yang harus dilakukan oleh seorang dokter. Edukasi dan pemahaman mengenai penyakit DM, makna dan perlunya pemantauan dari pengendalian DM, penyulit DM, intervensi farmakologis dan non-farmakologis, hipoglikemia, masalah khusus yang dihadapi, dll. Tujuannya adalah untuk mencapai perubahan perilaku pada pasien.

 

  1. Perencanaan makan

Perencanaan diet yang diberikan adalah diet tinggi kalori, rendah protein dan rendah garam.

Dalam upaya mengurangi progresivitas nefropati maka pemberian diet rendah protein sangat penting. Dalam suatu penelitian klinik selama 4 tahun pada penderita DM Tipe I diberi diet mengandung protein 0,9 gr/kgBB/hari selama 4 tahun terbukti menurunkan sebanyak 76% resiko penyakit gagal ginjal tahap akhir.

Pada umumnya dewasa ini disepakati pemberian diet mengandung protein sebanyak  0,8 gr/kgBB/hari yaitu sekitar 10 % dari kebutuhan kalori.

 

  1. Latihan Jasmani

Latihan jasmani dilakukan teratur 3-4 kali seminggu, selama kurang lebih 30 menit. Prinsipnya CRIPE (Continous, Rhytmical, Interval, Progressive, Endurance).

  

Intervensi Farmakologis yang perlu dilakukan adalah:

  1. Pengendalian DM

Diabetes terkendali yang dimaksud adalah pengendalian secara intensif kadar gula darah, lipid dan kadar HbAlc sehingga mencapai kadar yang diharapkan. Selain itu pengendalian status gizi dan tekanan darah juga perlu diperhatikan.

 

Indikator keberhasilan target:

  • Glukosa darah puasa 80-100 mg/dl
  • Glukosa darah 2 jam pp 80-144 mg/dl
  • HbA1C <6,5%

 

  1. Pengendalian Tekanan Darah

Pengendalian tekanan darah merupakan hal yang penting dalam pencegahan dan terapi nefropati diabetic.

Pada penderita diabetes dan kelainan ginjal, target tekanan darah yang dianjurkan oleh American Diabetes Association dan National Heart, Lung, and Blood Institute adalah < 130/80 mmHg, akan tetapi bila proteinuria lebih berat ≥ 1 gr/24 jam, maka target lebih rendah yaitu < 125/75 mmHg

Harus diingat bahwa untuk mencapai target ini tidak mudah. Sering harus memakai kombinasi berbagai jenis obat dengan berbagai efek samping dan harga obat yang kadang sulit dijangkau penderita.

 

  1. Pemantauan Jangka Panjang

Pemantauan jangka panjang secara rutin seperti urinalisis tahunan untuk skrining untuk mikroalbuminuria. Memastikan kontrol glukosa optimal, mengoptimalkan tekanan darah, dan skrining untuk komplikasi diabetes terkait lainnya misalnya retinopati, kaki diabetes, penyakit kardiovaskular juga penting.

 

Sumber :

http://emedicine.medscape.com/article/238946-overview

Penatalaksanaan Penderita Dengan Diabetik Nefropathy oleh Andik Sunaryanto

http://www.diabetes.co.uk/diabetes-complications/kidney-disease.html

 

Informasi ini disediakan dan dirangkum oleh:

Redaksi Info Kesehatan MEDI-CALL

PT Medika Nusantara Gumilang

Butuh layanan kesehatan di rumah Anda? Segera Panggil Dokter, sekarang!

Segera download Medi-Call untuk merasakan kenyamanan akses layanan kesehatan on-demand di rumah Anda. Medi-Call tersedia untuk di-download secara GRATIS di:

Google Play Store

iOS App Store

No Comments

Post A Comment