5 Cara Tepat Untuk Katakan “Tidak” Pada Pasien

5 Cara Tepat Untuk Katakan “Tidak” Pada Pasien

Kemudahan teknologi membuat semua kalangan dapat mengakses informasi yang mereka butuhkan, termasuk informasi kesehatan. Baik Anda sadari atau tidak, mayoritas dari pasien Anda telah mencari kemungkinan penyakit berdasarkan gejala yang mereka rasakan melalui internet. Tentu tidaklah heran apabila Anda menemui pasien yang meminta untuk diberikan terapi tertentu bahkan sebelum Anda selesai menegakkan diagnosa.

Apa yang sebaiknya Anda lakukan untuk menolak permintaan pasien tersebut? Coba simak informasi berikut ini.

 

 

Memberikan penolakan terhadap permintaan pasien bukanlah hal yang mudah. Hal ini dapat membuat pasien merasa tersinggung dan berujung pada rendahnya kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan Anda. Meskipun begitu, keselamatan pasien tetap harus diutamakan mengingat tidak semua permintaan pasien merupakan keputusan yang baik untuk dirinya maupun Anda sebagai seorang dokter.

Berbagai permintaan pasien seperti: Obat Golongan Narkotika untuk Rasa Sakit, Antibiotik untuk Infeksi Virus dan Pil Diet dengan alasan overweight merupakan segelintir dari permintaan yang tidak sesuai dengan indikasi dan kondisi kesehatan pasien itu sendiri. Maka sebagai dokter, penting bagi Anda untuk menolak permintaan tersebut, yang tentunya Anda lakukan dengan cara yang tepat dan santun. Berikut ini adalah cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatakan “tidak” pada permintaan pasien.

 

  1. Berikan Penjelasan dan Berdiskusi dengan Pasien

Mengatakan “tidak” kepada pasien secara lugas tidak akan membuat Anda dan pasien menyetujui suatu keputusan terapi. Lakukanlah hal yang lebih diplomatis, seperti membuka diskusi dan menjelaskan pandangan Anda sebagai seorang tenaga kesehatan. Tanyakan kepada pasien Anda tentang apa yang mereka takutkan sehingga memilih suatu terapi tertentu. Gali lebih dalam alasan yang melatarbelakangi permintaan mereka, setelah itu berilah pandangan Anda mengenai permintaan pasien tersebut dan berikanlah opsi terapi yang menurut Anda lebih tepat. Bersikaplah persuasif sehingga pemikiran pasien akan terbuka dan setuju untuk tidak melanjutkan keputusan terapinya.

 

  1. Bernegosiasi dengan Pasien

Negosiasi dalam hal memutuskan suatu tindakan medis atau terapi tidaklah sama dengan negosiasi legal. Tujuan Anda melakukan negosiasi dengan pasien adalah untuk dapat memberikan pasien gambaran akan opsi lain yang lebih baik dan lebih sesuai. Melalui proses negosiasi, pasien akan merasa dihargai pendapat dan keluhannya sehingga akan lebih mudah memahami maksud dan tujuan terapi yang Anda usulkan. Pasien mengajukan suatu permintaan terapi atau pemeriksaan tertentu bukan karena ia benar-benar menginginkan hal tersebut, namun karena ia meyakini bahwa permintaannya merupakan hal yang paling tepat. Dengan bernegosiasi, Anda dapat menawarkan opsi yang lebih baik dalam hal mencapai kepuasan tertinggi pasien dan memberikan penjelasan rasional akan alternatif terapi Anda berikan.

 

  1. Berikan Semangat dan Empati kepada Pasien

Keputusan singkat pasien untuk meminta suatu terapi atau pemeriksaan tertentu umumnya dilatarbelakangi oleh kepanikan atau keputusasaan akan kondisi yang ia alami. Berikanlah semangat kepada pasien bahwa apa yang telah ia lakukan selama ini merupakan hal yang tepat, dan yakinkan pasien Anda bahwa keputusan yang terburu-buru bukanlah suatu keputusan yang baik. Tunjukkan rasa empati Anda terhadap kondisi pasien sehingga pemikiran dan perasaan mereka akan terbuka untuk pilihan-pilihan lain yang Anda berikan.

 

  1. Berikanlah Tanggapan yang Sesuai dengan Kondisi Pasien

Tingkat pendidikan merupakan hal dasar yang wajib Anda pahami sebelum Anda memulai diskusi dengan pasien. Hal ini dibutuhkan untuk mempermudah pasien menangkap informasi yang Anda sampaikan sehingga tidak terjadi mis-interpretasi yang dapat memperburuk keadaan.

 

  1. Bersikap Tegas saat Dibutuhkan

Dalam beberapa situasi, Anda perlu bersikap tegas atas permintaan pasien. Katakan secara lugas  bahwa konsekuensi serta efek samping yang mungkin muncul dari permintaannya tersebut dapat memperburuk kondisi kesehatannya. Kasus khusus seperti permintaan obat golongan narkotika untuk rasa nyeri ataupun permintaan antibiotik tanpa indikasi membutuhkan penjelasan yang tegas bahwa obat-obat tersebut tidak memperbaiki gejala yang mereka rasakan, tetapi justru memunculkan keluhan lain setelah mengonsumsinya. Katakan kepada pasien Anda bahwa pengobatan yang tidak tepat akan meningkatkan resiko Anda untuk membahayakan kesehatan mereka.

 

Bergabunglah dengan Medi-Call sebagai dokter partner sekarang! Medi-Call memiliki aplikasi yang dapat mempermudah Anda datang langsung ke lokasi pasien terdekat untuk melakukan anamnesa dan pemeriksaan yang dibutuhkan pasien. Medi-Call untuk akses yang jauh lebih mudah dan jauh lebih cepat.

 

Sumber:

http://www.kevinmd.com/blog/2016/01/doctors-need-learn-say-no-heres.html

http://www.medscape.com/viewarticle/854509_1

 

Informasi ini disediakan serta dirangkum oleh:

logo-medicall-partner

Redaksi Info Kesehatan MEDI-CALL

PT Medika Nusantara Gumilang

MEDI-CALL membuka pendaftaran untuk Dokter, Perawat, Bidan, Klinik, Apotek, dan Laboratorium, sebagai partner penyedia layanan on-demand/home visit dan homecare.

Untuk pendaftaran menjadi MEDI-CALL Partner silahkan mengunjungi website: http://partner.medi-call.id atau klik di sini

Free biaya pendaftaran, langsung Online!

Mari bergabung menjadi pahlawan kesehatan untuk Indonesia yang lebih sehat, dan tenaga medis sejahtera.

No Comments

Post A Comment