Kenali Dan Obati Intoleransi Glukosa Sebagai Langkah Tepat Cegah Diabetes Melitus

Kenali Dan Obati Intoleransi Glukosa Sebagai Langkah Tepat Cegah Diabetes Melitus

Perkembangan zaman telah mendorong terjadinya pergeseran gaya hidup di masyarakat, termasuk pola makan. Komposisi makanan kaya karbohidrat rendah serat menjadi satu dari berbagai penyebab terjadinya gangguan metabolik, salah satunya adalah intoleransi glukosa (pre-diabetes). Dalam hal ini, apa yang sebaiknya Anda lakukan sebagai dokter untuk dapat mencegah pasien menderita Diabetes Melitus? Simak informasi berikut ini.

 

 

SEKILAS MENGENAI INTOLERANSI GLUKOSA

Intoleransi glukosa adalah keadaan dimana seseorang mengalami kondisi Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) dan Gula Darah Puasa Terganggu (GDPT). Keadaan Intoleransi Glukosa biasa juga disebut dengan kondisi pre-diabetes dikarenakan kadar glukosa darah yang melebihi batas normal namun belum mencapai kadar glukosa darah penderita diabetes. Tingginya kadar glukosa darah disebabkan oleh gangguan pengolahan glukosa akibat kurangnya sekresi insulin ataupun resistensi insulin.

Penyebab kondisi intoleransi glukosa belum diketahui secara pasti, namun diduga bersifat multifaktorial. Interaksi antara faktor internal seperti genetik dan gangguan endokrin (contoh: akromegali, sindrom Cushing) dengan faktor lingkungan seperti pola makan tinggi karbohidrat dan kurangnya aktivitas fisik diduga menjadi pencetus timbulnya intoleransi glukosa. Keadaan lain yang dapat menimbulkan intoleransi glukosa adalah kehamilan.

Pada umumnya, keadaan intoleransi glukosa didiagnosa berdasarkan kondisi pasien pada saat pemeriksaan. Semakin tinggi kadar gula darah pasien, akan semakin memperburuk gejala yang timbul. Pemberian terapi yang sesuai akan menghambat perubahan kondisi pre-diabetes pasien menjadi diabetes melitus.

 

KENALI GEJALA INTOLERANSI GLUKOSA

Pada pasien dengan kondisi intoleransi glukosa, akan timbul berbagai keluhan gejala menyerupai Diabetes Melitus Tipe 2 namun dengan intensitas gejala yang lebih ringan. Gejala tersebut dapat hilang dan timbul sesuai dangan kadar gula darah pasien. Berikut adalah gejala-gejala intoleransi glukosa yang perlu Anda ketahui:

  1. Sering merasa kehausan (polidipsi)
  2. Sering makan (polifagi)
  3. Mulut terasa kering
  4. Mudah merasa kelelahan
  5. Pandangan mata kabur
  6. Mudah mengantuk
  7. Sering buang air kecil (poliuri)

Meskipun demikian, tidak semua pasien dengan kondisi intoleransi glukosa merasakan gejala-gejala tersebut (asimtomatis).

 

PENEGAKKAN DIAGNOSA INTOLERANSI GLUKOSA

Apabila pasien mengeluhkan gejala-gejala intoleransi glukosa seperti di atas, penting bagi Anda untuk melakukan tes terhadap kadar glukosa darah puasa dan kemampuan toleransi glukosa pasien. Pasien dinyatakan menderita intoleransi glukosa apabila hasilnya sebagai berikut:

  • Glukosa Darah Puasa (GDP) = 100-125 mg/dL atau > 6 mmol/L
  • Tes Toleransi Glukosa (TTG) = 140-199 mg/dL atau 7.8-11 mmol/L

Tes toleransi glukosa dilakukan setelah mengkonsumsi diet tinggi karbohidrat (150-200 gram) selama 3 hari, kemudian mengkonsumsi larutan 75 mg glukosa ke dalam 200-250 mL air yang diberikan dalam jangka waktu 5 menit. Hasil glukosa darah dilihat 2 jam setelahnya.

 

TERAPI INTOLERANSI GLUKOSA

  1. Modifikasi Gaya Hidup

Terapi mendasar yang dapat Anda berikan kepada pasien Anda adalah modifikasi gaya hidup. Sarankan pola hidup yang sehat seperti olahraga rutin, istirahat yang cukup dan teratur, serta menghindari rokok dan alkohol.

 

  1. Diet Seimbang

Dalam rangka mengurangi resiko diabetes melitus, National Health Service (NHS) menyarankan untuk mengkonsumsi makanan dengan komposisi tinggi serat dan rendah karbohidrat serta lemak jenuh. Anda dapat mengkonsultasikan pasien Anda ke poli gizi klinik untuk menentukan jumlah kalori dan jenis makanan yang sesuai dengan kondisi pasien secara lebih rinci.

 

  1. Pemberian Obat Anti Diabetik

Pasien dengan intoleransi glukosa dapat dianjurkan untuk mengkonsumsi metformin dengan syarat sebagai berikut:

  • Glukosa Darah Puasa > 126 mg/dL
  • Glukosa Post Prandial > 160 mg/dL
  • Kadar HbA1c > 7%
  • BMI > 35 kg/m2
  • Usia pasien > 60 tahun
  • Wanita dengan riwayat diabetes gestasional sebelumnya

 

 

Tingkatkan akses pasien untuk dapat dengan mudah berkonsultasi dengan Anda. Bergabunglah dengan Medi-Call sebagai partner. Melalui aplikasi Medi-Call, Anda dapat langsung datang ke lokasi pasien terdekat dan melakukan pemeriksaan langsung di lokasi pasien, dan juga memesan obat yang tepat dan sesuai untuk pasien Anda. Aplikasi Medi-Call memberikan akses yang jauh lebih mudah dan lebih cepat.

 

Sumber:

http://www.diabetes.co.uk/glucose-intolerance.html

http://emedicine.medscape.com/article/119020-overview

 

Informasi ini disediakan serta dirangkum oleh:

logo-medicall-partner

Redaksi Info Kesehatan MEDI-CALL

PT Medika Nusantara Gumilang

MEDI-CALL membuka pendaftaran untuk Dokter, Perawat, Bidan, Klinik, Apotek, dan Laboratorium, sebagai partner penyedia layanan on-demand/home visit dan homecare.

Untuk pendaftaran menjadi MEDI-CALL Partner silahkan mengunjungi website: http://partner.medi-call.id atau klik di sini

Free biaya pendaftaran, langsung Online!

Mari bergabung menjadi pahlawan kesehatan untuk Indonesia yang lebih sehat, dan tenaga medis sejahtera.

No Comments

Post A Comment